Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Sunday, June 6, 2021

MANFAAT BERMAIN LEGO BAGI ANAK

                                                         ilustrasi lego :  viva.co.id          

                                            

 Anak Anda menyukai permainan lego ? Biarkanlah... Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh anak dari permainan tersebut.

 Berikut beberapa manfaat dari permainan lego :

1. Mengalihkan perhatian anak dari bermain gadget

   Di era pandemi ini, salah satu godaan terbesar bagi anak-anak yang sekaligus menjadi ujian kesabaran bagi orang tua adalah maraknya penggunaan gadget. Beberapa anak bahkan bisa  asik dengan gawainya hingga seharian penuh. Hal ini tentu saja tidak baik. Mata yang terus menerus menatap layar gawai berpeluang mengalami gangguan.

Lego yang berwarna warni dapat menjadi alternatif pilihan anak-anak dalam mengisi waktu luangnya. Saat anak bermain lego maka dengan sendirinya interaksi dengan gawai akan berkurang.

2. Mengasah kemampuan dasar

Lego mengenalkan beberapa kemampuan dasar pada anak, yaitu mengenai warna (kombinasi warna, dan sebagainya), jumlah (berhitung, dan sebagainya), space (ukuran, jarak). 

3. Menguatkan kesabaran dan ketekunan

Untuk mendapatkan bangun yang diinginkan, maka diperlukan kesabaran dan ketekukan dalam menyusun lego tersebut. Jika tidak, maka bentuk bangun yang diharapkan akan sulit diwujudkan.

4. Mengasah daya imajinasi dan kreatifitas

Lego bisa disusun menjadi berbagai bentuk, sesuai keinginan. Ini memerlukan kreatifitas. Pada masa yang akan datang, kreatifitas ini sangat diperlukan. Untuk bisa lebih bertahan hidup pada masanya kelak, kreatifitas akan memegang peranan penting. Siapa yang bisa berpikir dan bersikap kreatif, mereka lebih bisa melihat celah peluang untuk bertahan dan maju dalam berbagai permasalahan hidupnya.

5. Melatih konsentrasi

Saat membuat atau pun saat melihat tutorial mau pun contoh suatu bentuk, konsentrasi sangatlah diperlukan. Konsentrasi diperlukan agar bentuk yang diinginkan bisa dibuat dengan sebaik mungkin. Jika konsentrasi buyar, maka bisa jadi bentuk bangun tersebut tidak akan dapat diperoleh. Dalam kehidupan nyata, konsentrasi, fokus dalam mengerjakan atau pun mencapai suatu cita-cita sangat diperlukan. 

6. Mengasah kemampuan kerjasama dan mengontrol ego

Ada kalanya suatu "bangunan" lego dikerjakan secara bersama, terutama untuk yang berukuran besar dan memerlukan detil yang cukup banyak. Jika kerjasama yang baik tidak terbina di antara anggota team, maka apa yang akan direncanakan akan sulit untuk diwujudkan. Jika ada anggota yang ingin menang sendiri tanpa peduli dengan yang lain, maka rencana tidak akan berjalan dengan baik. Anggota team harus bisa menahan ego ingin menang sendiri dan lebih bisa bekerja sama agar apa yang diharapkan dapat diwujudkan.

7. Menstimulasi daya estetika

Dalam menyusun lego, biasanya anak-anak akan berusaha membuatnya secantik mungkin, semenarik mungkin. Maka dengan sendirinya, sesungguhnya mereka sedang belajar tentang bagaimana membuat sesuatu menjadi lebih indah dan menarik.

8. Meningkatkan rasa percaya diri

Anak akan merasa lebih percaya diri dengan apa yang telah dibuatnya dan cenderung akan menunjukannya kepada orang lain.

Dari beberapa manfaat yang bisa diperoleh (masih banyak yang lainnya), maka sepertinya tidak ada salahnya memberikan mereka keleluasaan untuk bermain dengan benda-benda yang bisa disusun tersebut. Dan lagi, bukankah bagi anak-anak, bermain itu adalah proses mereka juga belajar... ?? Bermain sambil belajar..  Bagaimana, Bun ??

Tuesday, February 16, 2021

BAHAGIA DI BALIK DUKA

Judul Asli : Percakapan "Awangan"



Pada suatu ketika .. :

Kakak (Kk) : Mi.. itu mobilnya om Aidil ya ?
Ummi : Iy Kak..
Kk : Baru beli ya Mi ?
Ummi : (mengangguk)
Kk : Bagus....
Ummi : he'eh...

Senyap sesaat..


Kk : Mi..
Ummi : iya Kak..
Kk : Om Aidil beli mobil baru.. kalau kita, malah ngejual-jualin..
Ummi : (menahan napas, menunggu kelanjutannya..)

Kk : Rumah kita yang satu dah dijual... trus, mobil juga dijual.. sekarang, rumah satu-satunya kita, juga dah mau dijual lagi..


Mulai ada mendung terasa...

Ummi paham, anak lelakinya ini, meski cenderung berwatak keras, namun memiliki hati yg mudah tersentuh.. mudah menitikan air mata (namun bukan cengeng !)

Ummi tarik perlahan tangan Kk, menuju ke dalam pelukannya..


Kk : kenapa ya Mi.. ??


(Dan benar, ada butiran bening yg mulai jatuh di sudut matanya)

Ummi belai dengan penuh sayang anak bujangnya yang berusia 9 tahun itu.. dikecup perlahan keningnya..


Ummi : Kak..
(Ummi belai lembut lagi rambut lelaki kecilnya)

Ummi : Allah sangat penyayang kepada semua hambaNya... apalagi yang bertaqwa kepadaNya..
Kita Hamba Allah bukan Kak ?

Kk : Iya Mi..

Ummi : Mungkin saat ini, Allah menyayangi Om Aidil dan kluarganya, dengan cara memberinya kemudahan untuk memiliki mobil yang mungkin memang sangat dibutuhkannya..

(Kakak menyimak, masih dalam harunya..)

Ummi : Dan mungkin pula, saat ini Allah menyayangi kita dengan cara "mengharuskan" kita menjual barang-barang tersebut...

Kk : "mengharuskan", Mi ? Kok "mengharuskan", Mi ?


Ummi : iya..
Allah mungkin "mengharuskan" kita melakukan hal tersebut, hal yang bisa jadi sangat tidak kita sukai, agar kita jadi semakin baik..
Allah membuat kita jadi belajar, sehingga kita lebih paham dan tau apa yang mungkin kurang dari kita..

(Ummi terus mencoba menyusun kata-kata, agar bisa dipahami Kakak, walau ummi sendiri mencoba meredam gejolak hatinya.. miris !)

Kk : (menunduk dalam, sambil terus pasang telinga)


Ummi : Kak.. Allah sayang, sangat sayaaaang bahkan, sama kita..
Allah kasih kesempatan pada kita, untuk berbuat baik lebih banyak...
Allah mengingatkan kita, biar ga kebablasan dan salah jalan.. Allah "mengharuskan" kita untuk terus belajar... Allah "nyentil" kita dengan sayang..

(mungkin bahasanya agak berat untuk anak seumur itu, tapi biarlah... In shaa Allah nanti dia juga akan paham. Dan ummi lanjut lagi..)

Kak.. kadang kita suka lupa sama Allah..
Apalagi kalau kita lagi seneng...

Kk : Kakak shalat ga bolong-bolong lagi kok Mi..
(Kk membela diri..)

Ummi : iya Kak.. Ummi tau kok..

Kk : trus..?


Ummi : shalat mungkin kita memang ga bolong-bolong Kak..
Tapi, sering ga kita bersyukur, minimal ngucap "Alhamdulillah" ketika dikasih ni'mat atau kesenangan ?

Kk : sering Mi...

Ummi : mungkin belum cukup Kak...

Kk terdiam.. keningnya agak berkerut.

Ummi : Kak.. bisa jadi, saat ini, Allah sedang sangaaat sayang sama kita. Bisa jadi, Allah sedang sangat kangen dengan kita..

Kk : maksudnya Mi ?


Ummi : Kak.. bisa jadi Allah sedang kangen, pake bingits, sama kita..

Kk : (tersenyum simpul kecil)

Ummi : Allah ingin, kita ga melupakanNya..
Allah suka jika kita meminta sama Dia..

Kk : (alis dan keningnya berkerut)

Senyap sesaat..


Ummi : Kak.. banyak cara Allah menunjukkan rasa sayangNya kepada hambaNya..

Mgkn Om Aidil dengan mobilnya, sehingga Om Aidil bisa bersyukur kepadaNya..

Sementara kita, mungkin, saat ini, dengan keadaan kita sekarang...

Kk : (setia mendengarkan, dan menyender gelendotan ke Ummi)


Ummi : Allah ingin kita mendekat padaNya.. ingin agar kita bermohon padaNya..
agar kita semakin sering berdoa kepadaNya..
Allah suka jika kita meminta padaNya.. menangis dalam doa kepadaNya

Allah ingin kita juga menyadari dosa dan kesalahan-kesalahan kita.. lalu meminta ampun kepadaNya..
agar kita ga terus-terusan salah jalan, itu kalau ternyata kita memang telah salah jalan..

Allah ingin kita bermohon, berdoa, meminta terus menerus kepadaNya..

(Ummi menarik nafas agak panjang.. lalu melepaskannya perlahan)

Kak... Allah senang jika kita merintih memohon kepadaNya... menangis di do'a-do'a malam kita...

Allah senang mendengar hambaNya menyebut namaNya dalam setiap do'anya.. Allah senang mendengar hambaNya meminta kpdNya..bukan kepada yg lain !

Kata Allah : 'HambaKu sedang menyebut namaKu..
HambaKu sedang meminta...' begitu..

Kak... ?

Kk : Iya Mi...

Ummi : Kakak tau, bahwa setiap doa hamba akan dikabulkanNya..??

Kk : iya Mi.. Kakak pernah denger..

Ummi : Iya Kak.. Allah akan mengabulkan setiap doa hambaNya..

Hanyaaa...

Kk : apa Mi ??

Ummi : Masalah kapan waktu dikabulkannya, itu terserah Allah.. karena Allah yang Maha Tau yang terbaik untuk kita...

Kk : jadi kapan Mi kita bisa seperti dulu ??

Ummi : Allah saja yang Maha Tau..

Kk : (terdiam)




Ummi : tugas kita saat ini adalah : banyak istighfar, banyak minta ampun padaNya, lalu berdoa dan memohon kepadaNya... serta senantiasa bersyukur atas semua yang telah Allah kasih ke kita..
samaa... satu lagi: ikhtiar, usaha !
In shaa Allah apa pun yang terjadi pada kita saat ini adalah yang terbaik untuk kita menurut Allah...

Kita ga bisa paham tentang semua hal, Kak... Allah sajalah yang Maha Tau tentang semuanya juga kesudahan segalanya...

Jadi, kita tidak perlu kecewa, apalagi marah, sama Allah..

oke Kakak shaleh ?! (senyum, sambil pegang dagu Kk)

(tak ada jawaban..senyaap..)


Ummi : satu lagi Kak..
Kk : apa Mi ?
Ummi : kita ga pernah kelaparan, kan ?
Kk : iya Mi..
Ummi : kita masih bisa naik motor kan ?
Kk : iya Mi...

Ummi : Naah... syukuri itu Nak.. Alhamdulillah..
Jangan terus melihat ke atas, pegel ! sekali-sekali lihat juga ke bawah !
masih banyak yang bahkan untuk makan aja susah, sampai. kelaparan..
masih banyak gelandangan, ga ada rumah, kehujanan, kepanasan.. Kita? Alhamdulillah, masih ada tempat berteduh..
Alhamdulillah kita bisa hidup dengan tenang..
Coba kalau seperti Muslim Rohingya, Muslim di Gaza..
ngeri kaan ??

Kk : hii.. jgn sampai, Mi..

Ummi : naah, bersyukurlah, Nak..
jangan sampai kita kufur ni'mat..
Kakak tau artinya, kan ??

Kk : iy Mi...ga bsyukur sama Allah..

Ummi : Naah... !! pinter !!
(ummi kasih jempol)


Kk : Astaghfirullah..
Alhamdulillah..

(Ummi belai lembut kepala Kakak.. senyap lagi..)


Kk : Mi..
Ummi : iya sayang...
Kk : Om Aidil beli mobilnya nyicil atau lunas, Mi ?

Ummi : (agak kaget dengan pertanyaan ini)
Lho, Kenapa memangnya, Kak ?

Kk : ga Mi..

Ummi : Cash, lunas, Kak !
Kk : Alhamdulillah... (legaa dia..)
Baguslah..
(senyum misterius)


Ummi : kenapa memangnya, Kak ?
Kk : jadi ga pusing mikirin cicilan hutangnya Mi..

Ummi : (dalam hati, geli : aaahhh... lelaki satu ini !)


Kk : eehh... kok Ummi tau om Aidil beli lunas ?
Ummi : ya tau laah... Om Aidil kan adik Ummi..
Kk : hehe.. iy ya...

(tergelak agak lebar dia)


Kk : Mi..
Ummi : iy Kak..
Kk : Doain Kakak y Mi..
Ummi : apa kak ?
Kk : Kakak pengen jadi pengusaha shaleh yg hafidz, Mi..

Ummi : (terkejut, bahagia, speechless) Aamiin.. !!

Kk : Biar bisa nyenengin Ummi. sama Abi..
sama biar bisa sedekah dan beramal yang banyaaaak banget !

Ummi : Aamiin !!

Kk : Kakak juga ingin kasih mahkota buat Ummi sama Abi di syurga nanti, karena Kakak bisa jadi hafidz 30 juz..

Ummi : (terharu, sumringah..)
Aamiin allahumma Aamiin.. !!
In shaa Allah, Ummi selalu doain Kakak..
walau Kakak ga minta..

In shaa Allah, cita-cita Kakak bisa terkabul, sayang..

Kk : terimakasih ya Mi..
Ummi : iya Sholeh...
(Kk dan Ummi berpelukan erat)


Kk : Mi..
Ummi : iya Nak..
Kk : maafin Kakak ya Mi..kalau sering bikin Ummi susah, repot, bikin Ummi sedih..

Ummi : iya Kak.. ga apa-apa..
In shaa Allah Ummi bahagia kok, punya anak sholeh seperti Kakak.. karena Kakak harta terbesar untuk Ummi dan Abi..

Kk : terima kasih ya Mi..

Ummi : iya sayang..

(Kakak dan Ummi tersenyum bersama)


===* Dan mendung yang tadi sempat ada, perlahan pergi, berganti dengan kecerahan.. *==


#finish
#ceritaawangan
#ceritaimajiner
#selfreminder
#doaharapan
#introspeksi
#catatankecil
#wallahu'alam (12102017)



=====

Bekasi, 13082020


Repost :
Hasil kompilasi postingan FB tgl 11-12 Oktober 2017

Tuesday, January 5, 2021

PARENTING : BELAJAR JADI ORANG TUA



Sesungguhnya, Saya malu untuk membahas hal ini. Diperlukan keberanian dan kesiapan mental untuk menguraikan nya. Mengapa? Karena rasanya Sayalah yang perlu belajar dengan sangat tentang parenting ini. Saya belum berhasil menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak Saya. Saya belum bisa menjadi contoh bagi mereka. Saya juga belum bisa mencetak anak-anak yang penuh dengan prestasi gemilang. Bahkan kenyataan di lapangan, barangkali Saya adalah sosok orang tua yang tidak patut dijadikan contoh bagi yang lain. 


Akan tetapi, akhirnya Saya berfikir bahwa dengan mencoba menguraikan perihal parenting sesuai dengan apa yang Saya pahami dan fikirkan, Saya malah jadi ikut belajar juga. Tulisan ini semoga menjadi pengingat bagi Saya, sebagai penyemangat bagi Saya, dan juga suami, untuk terus memperbaiki diri, untuk bisa menjadi orang tua yang sholeh/sholeha bagi anak-anak kami. Dan semoga juga ini bisa diambil manfaatnya bagi semua. Bukankah belajar hendaknya tidak melulu dari keberhasilan? Kegagalan atau pun ke-belum berhasilan, bisa menjadi pembelajaran juga, agar tidak diulangi lagi, agar ke depannya jadi lebih baik. Semoga. 


Baiklah. Jadi begini, bagi Saya, parenting bukan saja berarti belajar tentang bagaimana mengasuh anak usia sekian, bagaimana mengelola menyemangati mereka, bagaimana menghadapi permasalahan anak pada tahapan tertentu dan seterusnya. Namun bagi Saya, parenting juga adalah tentang belajar mengenai bagaimana menjadi orang tua yang seharusnya bagi anak-anak. Tentang bagaimana mengatur diri menjadi orang tua yang sholeh/sholehah bagi anak-anak. Parenting tidak saja tentang mencetak anak-anak yang berkualitas, tapi juga tentang bagaimana menjadi orang tua yang berkualitas bagi mereka. 


Setahu Saya, belum ada sekolah yang benar-benar ditujukan pendiriannya bagi orang tua. Belum ada sekolah yang materinya full tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik. Karena, pendidikan untuk menjadi orang tua yang sholeh/sholeha adalah pendidikan  yang terus menerus dan diaplikasikasi langsung di lapangan. 


Diperlukan pembelajaran secara masiv bagi setiap orang tua, tanpa lelah, tanpa henti, mengenai bagaimana mengelola diri agar bisa menjadi orang tua yang berkualitas. Sumber belajar bisa dari mana saja. Bahkan bisa dari sang anak. Banyak hal yang bisa dicontoh dari polosnya mereka, apalagi yang masih kecil. Contohnya : sikap pemaaf nya, sikap jujurnya, sikap cerianya, sikap semangatnya, dan sebagainya. 


Beberapa point yang perlu diperhatikan dalam upaya menjadi orang tua yang baik:


  1. Luruskan niat. 

Apa yang kita lakukan untuk memperbaiki kualitas diri sebagai orang tua niatkanlah sebagai ibadah kepada -Nya. Agar apa-apa yang kita lakukan juga tidak sia-sia di mata-Nya. 


  1. Ingat bahwa anak adalah amanah dari-Nya.

Karena anak-anak adalah amanah langsung dari-Nya, titipan-Nya, maka kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Titipan dari orang lain saja kita cenderung menjaganya dengan baik, maka apalagi ini, titipan langsung dari Sang Pencipta. Sangatlah patut untuk dijaga semaksimal mungkin. Baik dan buruknya sang anak, dengan kuasaNya, kitalah yang mewarnainya. 


  1. Senantiasa berdo'a.

Teruslah mohonkan pertolonganNya dalam memperbaiki diri, dan juga dalam mengasuh anak-anak. Libatkan DIA, karena DIA-lah yang telah menciptakan. Ini artinya DIA punya alat-alat mau pun kelengkapan lainnya untuk memperbaiki diri hamba-Nya. Yakinlah. 


  1. Hindari rasa, malu, gengsi, dan ego. 

Abaikan hal-hal tersebut jika kita memang serius, sungguh-sungguh ber'azzam untuk belajar jadi lebih baik. Barangkali memang tidak mudah, karena manusia memiliki nafsu. Namun jika kita menginginkan kebaikan bagi anak-anak kita, keluarga kita, maka mulailah dari diri sendiri. Ibda' bi nafsik. 


  1. Belajar dari mana saja

Pembelajaran untuk menjadi orang tua yang lebih baik bisa berlangsung di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Bahkan sekali lagi, dari anak-anak kita sendiri. Jangan menutup diri untuk menerima masukan yang membangun. 


  1. Teruslah bersemangat. 

Jaga stabilitas mood untuk terus belajar dan mempraktekkannya. Benahi terus diri kita sebagai orang tua. Perbaiki attitude kita. Anak-anak lebih suka mencontoh dari pada sekedar mendengarkan ocehan atau pun nasehat panjang dari orang tuanya. Karenanya, berikanlah contoh yang baik. Termasuk di dalamnya adalah sikap mau meminta maaf, jika melakukan kesalahan. 


  1. Ingat bahwa anak-anak kita adalah manusia juga. 

Bersiaplah dan bersegeralah, perlakukan mereka sebagaimana memperlakukan manusia seharusnya. Mereka memiliki rasa, hati, dan juga akal. Beri mereka ruang untuk itu. Beri mereka kesempatan untuk menunjukannya, mengeksplorasi nya. Tugas kita membimbing, mengarahkan, serta membekali mereka dengan iman yang akan menjadi penjaga mereka. 


Itulah beberapa hal yang seharusnya menjadi perhatian kita untuk memperbaiki diri sebagai orang tua bagi anak-anaknya. Inilah mungkin, sedikit gambaran ideal bagi orang tua yang sedang berjuang untuk kebaikan keluarganya. 


Meskipun ini begitu membuat Saya malu, karena belum bisa merealisasikannya dengan sepenuhnya, namun sekali lagi, Saya berharap semoga ini bisa menjadi manfaat bagi para orang tua lainnya. Dan juga menjadi pengingat bagi Saya dan suami, dalam rangka proses terus memperbaiki diri sebagai orang tua. 


Semoga ini menjadi tabungan amalan bagi Saya. Dan semoga pula, Allah mengampuni Saya dan suami karena kekeliruan, kesalahan, yang pernah kami lakukan terhadap anak-anak. Astaghfirullahal 'adziim…  !! 


Wallahu'alam bi showab. 


======


Salemba, 08.01 WIB


Tuesday, September 8, 2020

DO'A ORANG TUA






"Ya Begini.. Akibat ga ada do'a dari orang tua.."


Seorang pemuda mengeluarkan uneg-unegnya. Lirih. Pelan. Meski nyaris tanpa ekspresi di wajahnya, namun jelas nampak kekecewaannya terhadap orang tuanya. Baru saja diterimanya telpon dari ibunya, yang menanyakan hasil test interview job vacancy nya siang tadi. Dia menjawab apa adanya.. "Tidak lulus." Nada datar. Namun setelah telpon diitutup, ungkapan tadi keluar dari mulutnya.


Beberapa kali mungkin kita pernah mendengar ungkapan seperti itu dari seorang anak.


Tentu masih banyak anak-anak yang paham bahwa do'a orang tua memiliki pengaruh kuat terhadap keberhasilan dalam hidupnya. Karena itulah, sangat wajar mereka mengharapkan hal itu dari orang tuanya.


Hanya saja, sering kali, ada anak-anak yang tak bisa secara terang-terangan menyampaikan harapannya tersebut. Entah itu karena waktu, jarak, atau berbagai alasan lainnya. Bukan karena mereka tak hendak menyampaikannya secara langsung.


Sebagai orang tua, agaknya mungkin ini perlu menjadi catatan tersendiri. Tentu tak satu pun orang tua yang sehat lahir dan bathin, yang tak ingin anaknya sukses, berhasil. Sudah seharusnyalah, kita (terutama ibu) senantiasa mengiringi mereka dengan do'a-do'a terbaik, dimana pun, kapan pun. Wallahu 'alam.


"Kalau aku tak mendo'akan anak-anaku, akan jadi apa mereka ??" (quotes dari seorang Ibu yang anaknya adalah salah satu pendiri aplikasi 'ruang guru')


Aahhh..Anak-anak itu...
Ya, d-o-'a !!

#doaku #doauntukanakku #goodluck #kids #mychildren #doadarijauh #anakku #anak2 #sholeh #sholehah #cintaku #parenting


(Pernah dipublikasi di facebook pada 25 Agusutus 2018)

MINIATUR

 

Anak-anak sang penerus harapan (source : pinterest.com)



Anak bukanlah miniatur, replika, atau pun robotmu.

Karena mereka hidup di zaman yg berbeda dgmu.

Jangan memaksakan kehendakmu thp mereka. Karena mereka pun manusia yg memiliki cita2 n keinginan sendiri.


Jangan renggut kebahagiaannya dg memaksakan keinginanmu thp mereka. Mereka memiliki jalan hidupnya sendiri. Mereka yang jalani. Mereka yg rasakan. Mereka pula yang mengalami akibatnya.


Sebagai orang tua, tugas kita hanya mendidik, mengarahkan dan mendo'akan kebaikan bagi mereka. Agar mereka senantiasa berada d jalanNya n dalam lindunganNya. Agar jd sebaik2 makhluq, agar jadi calon penghuni syurgaNya. Doalah senjata yg paling mumpuni dr orang tua thp anak2nya.


Ridhoilah apa pun keputusan mereka, selama itu tetap dalam koridorNya. Berilah kelapangan hati thp mereka. Terutama bagi mereka yg sdh beranjak dewasa. In syaa Allah mereka sdh memiliki pertimbangan yg matang atas keputusan yg mereka ambil. Yakinkan itu. Apalagi ketika kita sdh yakin, bahwa sebagai orang tua tlah membekali mereka dg pondasi diri yg baik n kuat.


Ya, jangan paksa mereka. Jangan dikte mereka. Biarkan mereka memutuskan. Ridhoi mereka. Doakan kebaikan atas mereka. Biarkan mereka bahagia, tdk hanya di akhirat, tp jg d dunia. Itu.


Wallahu'alam bi showab.

====

Bumi Allah, 050918
Leni, Bunda of RHAN


(notes : kebebasan memutuskan lebih ditekankan kpd anak2 yg tlh memiliki kematangan dlm bersikap, sdh mulai dewasa).


#selftalk #muhasabah #selfreminder #asalnulis #mogamanfaat #introspeksi #curhat #uneg2 #kangennulis


(pernah dipublikasi di facebook pada 5 September 2018)

Sunday, July 12, 2020

Sang Pengusaha..

Bismillah..

Setiap anak itu unik. Setiap anak itu punya keistimewaan masing-masing. Emak harus percaya itu. Emak kudu yakin. Jadi tidak boleh men-generalisir, menyamakan semua anak, main pukul rata saja. Ingat itu ya Mak... hehehe.. self reminder ini..:)

Saat anak-anak tidak berangkat ke sekolah offline seperti saat ini, terkadang ada rasa iba juga bagi mereka. Terkadang gabut, tidak jelas apa yang akan dilakoninya. Apalagi kalau Emak juga tidak kreatif menciptakan kegiatan yang menarik bagi mereka. Alih-alih libur bermanfaat, yang ada bisa saja jadi budak gadget. Na'udzubillah.

Di rumah, si Kakak (nomor urut 2), tidak terlalu suka dengan kemonotonan. Jiwanya seolah lebih suka "merdeka", lebih terbuka. Bergaul pun lebih cair, lebih fleksibel. Dari awal SD, menyukai berniaga. Apa saja. Dibawalah ke sekolah. Jual penghapus, pensil, stiker, dan sebagainya. Memang masih skala kecil. Tapi Emak ga masalah. Malahan Emak mensupportnya, secara Emak kan juga menyukai perniagaan, hehehe. Agaknya darah "niaga" Emak mengalir turun kepadanya.

Berbagai pengalaman dijalaninya. Dari yang pembayarannya agak telat, nyaris lupa malah, hingga sebagian modal terpakai untuk jajan. Hehehe.. Emak sih tidak banyak protes. Tak apa. Ini proses pembelajaran baginya. Dengan maunya saja untuk berniaga, berdagang, itu sudah menjadi nilai plus untuknya. Mentalnya ditempa. Tidak setiap orang memiliki keberanian untuk menawarkan barang atau produk kepada orang lain. Jempol untuk ke-pede-annya.

Belakangan, vakum, tidak bawa dagangan ke sekolah. Katanya, sempat tidak diperkenankan untuk berdagang di lingkungan kelas (atau sekolah yaa ? Emak lupa !). Ya sudahlah. Anaknya juga sedang ingin off dulu juga barangkali.

Corona datang. Manusia di"kurung". Tiga bulan sudah berada dalam rumah. Entah mengapa, Emak yang dulunya memang suka berdagang, tiba-tiba dapat ide untuk melakoninya lagi. Mungkin karena makin banyak dagangan online yang berseliweran di medsos. Ini jadi "kompor" juga bagi Emak untuk menjalaninya lagi.

Jadilah, Emak buka list orderan. "Ikan Bilih Goreng Asli Singkarak", itu yang jadi produknya. Alhamdulillah, orderan masuk, dari mana-mana (kesannya ramai amat yak ? :) ) Beberapa di antaranya harus dikirimkan melalui ekspedisi, karena berada di luar kota. Beberapa lagi juga ada yang diantar dengan ojek online. 

Prosesi penerimaan barang, memilah-milah produk, packing-packing, hingga pengiriman tersebut, ternyata dinikmati oleh Kakak yang ikut terlibat di dalamnya. Bersemangat. Apalagi, ketika diberi komisi persenan oleh Emak dari barang yang dia antarkan. Bahagianya si Kakak.. (sederhana ya...?!)

Kemarin, ketika ada paket datang ke rumah, ini sih Emak yang belanja, tiba-tiba Kakak bilang kurang lebih, "Bun, kardusnya jangan digunting yaa.. biar bisa untuk kirim paket lagi..". Hehehe... siap Kak.. !

Malamnya, dengan gunting, dibongkarnya beberapa kardus bekas. Lumayan hati-hati dan rapih cara bongkarnya. Tapi jelas nampak gabutnya.


Yang lagi gabut..


"Kenapa Kak ? Kangen packing-packing ya ?"
"Iya, senang aja kirim-kirim, Bun.."

Di situ Emak tersentuh.

"Sabar ya Kak.. In syaa Allah, sebentar lagi kita packing dan kirim-kirim lagi.."

Emak jadi semangat dan memutar otak untuk melanjutkan "perniagaan" lagi. Secara online terutama. Produk sudah ada. Pasar sudah ada. In syaa Allah lanjut lagi.

Beberapa pekan sebelum ini memang kami, yaitu Emak, Kakak, dan juga Abang (nomor urut 1), pernah diskusi untuk melanjutkan dagang secara online ini, salah satunya dengan melalui marketplace. Terlebih mereka juga sedang libur. Kalau pun masuk sekolah, masih banyak secara daring. Respon mereka positif. Apalagi ketika disepakati tentang bagi hasilnya. Semakin semangatlah duo sulung ini. 

Namun, karena berbagai hal, mengisi marketplace belum lagi terealisasi. Akhirnya, Emak memanfaatkan medsos, terutama aplikasi WA (Whatsapp)  untuk memasarkannya. Jadilah seperti yang di atas tadi.

Kini masuk PO kedua. Alhamdulillah... masih positif respon pasarnya. Semoga berkelanjutan. Jadi Kakak, tidak gabut lagi. Hehehe..

Dengan terlibatnya Kakak dalam proses-proses tersebut, ini jadi pembelanjaran baginya. Ajang berlatih untuk lifeskill-nya. Bekal hidupnya. Keahlian dalam hidup. In syaa Allah, suatu ketika, ini akan berguna. Kakak jadi pengusaha ? Why not ? Pengusaha sukses shalih sebagaimana sahabat nabi : Abdurrahman bin "Auf,  yang juga hafidz, In syaa Allah. 

Gantungkanlah cita-cita setinggi langit, dengan hati yang tetap membumi ya Nakk... In syaa Allah, dengan tetap berpegang terhadap  tuntunanNya, dirimu tak akan tersesat.. In syaa Allah, dunia akan berada di tanganmu, saat engkau tetap berikhtiar di atas jalanNya. Kejarlah akhirat, maka dunia akan mengikutimu. Itu pesan Emak.

Sholeh, kaya, berkah, berlimpah... Aamiin.. !!


=====

Coretan dari Emak yang fakir ilmu..

=====

Kamar belakang, waktu Dhuha
09.55 WIB








Monday, March 18, 2019

KEPADA PARA ORANG TUA



Anakmu bukanlah milikmu
Mereka putra-putri sang hidup yang rindu pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau

Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan pikiranmu. Sebab pada mereka ada alam pikir tersendiri.

Engkau patut memberikan untuk raganya, tapi tidak patut untuk jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah depan.
Yang tidak dapat engkau kunjungi, sekali pun dalam mimpi.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka.
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu.
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur.
Juga tidak tenggelam di masa lampau.

Engkau busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur
Sang pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangkanmu dengan kekuasaan_NYA
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentang tangan sang Pemanah.
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat.
Sebagaimana pula dikasihi-NYA busur yang mantap.

(By : Kahlil Gibran)



***untuk renungan bagi kita, para orang tua...
Semoga ALLAH membaguskan akhlak kita, dan senantiasa mendampingi kita,  utk bs mjd pemegang amanah yg baik dari_NYA, amanah terindah : anak keturunan... Amiin..!!
Wallahu 'alam bi showab..***

(http://lautankata2.blogspot.com/2014/09/kepada-para-orang-tua.html)