Featured Post

SENI ALA SAYA...

Kalau ada yang bertanya tentang seni yang Saya minati saat ini, sepertinya Saya akan bingung menjawabnya. Bernyanyi ? Suara Saya sember, fal...

Saturday, November 28, 2020

Mendongeng di era digital

Ilustrasi

Barangkali banyak yang tidak mengetahui bahwa 28 November adalah hari dongeng nasional.  Sejak 2015, tanggal 28 November ditetapkan sebagai hari dongeng nasional. Tanggal ini bertepatan dengan harlah Drs. Suryadi, sang pemeran  tokoh Pak Raden dalam film boneka “Si Unyil”. Drs. Suryadi dikenal sebagai tokoh dongeng legendaris di Indonesia. Beliau memang mencintai dunia anak-anak. Karena itulah, tanggal lahirnya ditetapkan sebagai Hari Dongeng Nasional. Drs. Suryadi sendiri telah meninggal sebulan sebelum ditetapkannya Hari Dongeng Nasional.  Beliau mangkat pada tanggal 30 Oktober 2015, dalam usia 82 tahun.

Saat ini, dunia memang sudah banyak berubah. Setidaknya dalam beberapa tahun belakangan ini. Serangan masiv teknologi, telah banyak menggeser berbagai aktifitas manual yang biasa dilakukan secara langsung oleh manusia. Peran humanis banyak digantikan oleh teknologi, yang  memang  dibuat oleh manusia sendiri.

Orang bijak ada berkata bahwa jika menanam padi, pasti akan ada saja gulma yang tumbuh. Ada saja parasitnya. Begitu pula dengan teknologi digital. Interaksi manusia yang sejatinya terjadi secara langsung, berhubungan langsung, kini banyak diwakili atau diperantarai oleh teknologi digital. Sisi positifnya, bisa berkomunikasi secara tatap muka walau berjauhan. Sisi negatifnya ? Kesempatan dan keinginan bertemu fisik secara langsung bisa jadi berkurang.

Orang tua sibuk dengan gawainya. Anak-anak pun asik sendiri dengan permainan atau pun berbagai hal online lainnya. Tertawa, teriak,tersenyum, histeris, marah, menangis, sendiri, di hadapan layar masing-masing.  Berdekatan, namun terasa jauh.   Serumah, namun terasa asing. Banyak sentuhan  dan interaksi  sosial yang tergerus.  

Mendongeng, bisa jadi adalah hal yang telah dianggap “kuno” bagi sebagian orang tua. Mereka lebih terbiasa memberikan tayangan film atau pun rekaman cerita yang bersumber dari saluran online, atau bahkan meberikan bulat-bulat gawai kepada anak-anaknya. Dibiarkannya mereka memilih dan mencari informasi sendiri dari dunia maya yang begitu luas itu.

Bagi sebagian anak-anakpun, bisa jadi  mengikuti dongeng adalah hal yang kurang popular di kalangannya saat ini.  Tapi bisa jadi pula ini adalah karena mereka kurang dikenalkan atau kurang diakrabkan dengan aktifitas tersebut. Karena pada umumnya, jika sudah masuk atau mengikuti suatu dongeng, anak-anak cenderung akan tertarik.

Ya, mendongeng sebenarnya adalah sebuah kegiatan rekreasi yang menarik, murah, meriah, dan kaya manfaat, terutama untuk anak-anak. Banyak sekali kajian yang telah membahasnya.Yang dimaksud di sini adalah mendongeng dalam arti sebenarnya. Pendongeng dan anak yang mendengarkan berada di satu tempat yang sama. Selain di rumah, dengan orang tua sebagai pendongengnya, banyak pula relawan yang melakukan aktifitas mendongeng ini di tempat public, untuk menghibur anak-anak. Taman-taman bacaan, perpustakaan, dan sebagainya, juga menyelenggarakannya.

Salah satu tujuan utama dari kegiatan mendongeng adalah untuk mempererat, menciptakan bonding (ikatan) yang kuat antara ibu atau ayah dengan putra putrinya. Biasanya saat Ibu atau Ayah bercerita, mendongeng, anak-anak akan mendekat, mendengarkan dengan seksama.  Bahkan ada yang sampai gelendotan (bergelayut manja)dengan orang tuanya.  Hal inilah yang tidak bisa digantikan oleh media online.

Mendongeng mengajarkan banyak hal pada anak-anak. Mereka mendengarkan berbagai warna dan intonasi suara. Mengenalkan pada mereka berbagai ekspresi emosi. Anak-anak diperkenalkan juga pada banyak kosa kata melalui tuturan pendongeng.  Hal ini akan membantu anak-anak dalam berbahasa atau pun berkomunikasi nantinya. Sekali pun saat ini mereka belum bisa membaca, namun mereka sudah memiliki perbendaharaan kata yang lebih banyak. Hal ini pun berpeluang untuk  mendorong minat baca anak-anak.

Mendongeng merupakan suatu kegiatan literasi, yang dapat memperkaya imajinasi mereka.  Dunia anak memang tak lepas dari imajinasi. Imajinasi dapat mendorong kreatifitas. Anak-anak akan terpacu untuk mengikuti atau berbuat seperti apa yang diterimanya dari dongeng tersebut.

Di samping itu semua, masih banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh melalui kegiatan mendongeng ini, bagi si kecil. Diantaranya :

Satu, melatih konsentrasi dan ketajaman memori. Untuk dapat mengikuti dongeng dengan baik, dibutuhkan konsentrasi yang tinggi, sehingga mereka bisa mengingat berbagai karakter yang ada dalam cerita tersebut.

Dua, mendongeng dapat menjadi media untuk menyampaikan berbagai pesan moral. Anak-anak merupakan peniru yang baik. Apa yang dilihatnya akan lebih berkesan dan mudah diikutinya dari pada pesan yang hanya disampaikan dalam bentuk “ceramah” . Orang tua atau pendongeng dapat menyampaikankannya berdasarkan buku cerita, atau pun cerita yang dibuatnya sendiri.

Tiga, mendongeng memberikan wawasan baru bagi anak-anak. Termasuk di dalamnya pengetahuan tentang berbagai budaya dan tradisi lainnya. Sekaligus mereka dikenalkan dengan  bagaimana mensikapi perbedaan adat, budaya, tradisi dan berbagai kebiasaan lainnya yang ada di masyarakat.

Empat, dan ini termasuk yang terpenting juga, mendongeng dapat melatih dan mempertajam kecerdasan emosi serta sosialnya. Kecerdasan emosi amatlah diperlukan karena bisa  mempengaruhi  resistensi seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan hidup nantinya

Itulah beberapa manfaat dari mendongeng ini. Bagi yang belum pernah melakukannya terhadap si kecil, ada baiknya, segeralah memulainya. Dekap mereka, sambil  didongengkan berbagai kisah inspiratif untuk mereka. Bagi yang sudah memulainya, bersyukurlah. Tetaplah istiqomah melakukannya.  In syaa Allah manfaatnya  nanti akan segera  nampak. Wallahu’alam.

 

 

No comments:

Post a Comment