Showing posts with label tulisan populer. Show all posts
Showing posts with label tulisan populer. Show all posts

Monday, April 19, 2021

10 KATA CINTA DARI BUYA HAMKA


Source :soundcloud.com


Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah gelar Datuk Indomo, populer dengan nama pena Hamka (dalam Bahasa Arab : عبد الملك كريم أمر الله‎; lahir di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat pada tanggal 17 Februari 1908. Beliau meninggal di Jakarta, pada 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun. Buya Hamka adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Ia berkarier sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Pada 1975 Buya Hamka dilantik nmenjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang pertama.

Universitas Al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia memberikannya gelar Doktor Kehormatan. Universitas Moestopo Jakarta mengukuhkannya sebagai guru besar. Beliau pun termasuk Pahlawan Nasional Indonesia. 

"Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" dan "Di bawah Lindungan Ka'bah" adalah 2 (dua) buku fenomenal karya Buya Hamka. Sementara "Si Sabariyah" adalah buku roman pertamanya yang berbahasa Minang yang berhasil dicetak tiga kali. Dari honor "Si Sabariyah" Buya Hamka kelak bisa membiayai pernikahannya dengan Sitti Raham (1929-1972). "Laila Majnun" adalah buku selanjutnya yang diterbitkan pada tahun 1932 oleh Balai Pustaka yang merupakan penerbit utama saat itu.

Buya Hamka tidak pernah  mengeluarkan kata-kata keras, apalagi kasar dalam komunikasinya. Beliau lebih suka memilih menulis roman atau cerpen dalam menyampaikan pesan-pesan moral Islam. 

Berikut beberapa kata-kata penuh hikmah dari Buya Hamka bertemakan cinta yang disampaikan dalam berbagai kesempatan :

Source : all-free-download.com



1. Bahwasanya cinta yang bersih dan suci (murni) itu, tidaklah tumbuh dengan sendirinya.

2. Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

3. Bahwasanya cinta yang bersih dan suci (murni) itu, tidaklah tumbuh dengan sendirinya.

4. Apakah keuntungan dan bahagianya cinta yang tiada berpengharapan? Bukankah cinta itu sudah satu keuntungan dan pengharapan?

5. takut akan kena cinta, itulah dua sifat dari cinta, cinta itulah yang telah merupakan dirinya menjadi suatu ketakutan, cinta itu kerap kali berupa putus harapan, takut cemburu, hiba hati dan kadang-kadang berani. (Sumber : Di bawah lindungan Ka'bah)

6. Kadang-kadang cinta bersifat tamak dan loba, kadang-kadang was-was dan kadang-kadang putus asa

7. Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan. (Sumber : Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)

8. Jelas sekali bahwasanya rumah tangga yang aman damai ialah gabungan di antara tegapnya laki-laki dan halusnya perempuan.

9. Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri.

10. Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Source : freevector.com




======================

Dari berbagai sumber

==================

Bekasi, 6 Ramadhan 1442

Sunday, February 14, 2021

INI DIA 10 SISI POSITIF CORONA...

 
Foto : Ilustrasi

“(yaitu) orang-orang yang mengingat ALLAH sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ”Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini sia-sia; Maha suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali Imron : 191)


Hampir setahun sudah, setidaknya sejak bulan Maret 2020, dunia "dipaksa" berubah pada berbagai sisi. Virus Corona yang juga adalah makhluk Allah, telah menguasai dunia dengan caranya sendiri. Makhluk berukuran sangat mikro itu, telah merombak banyak sisi kehidupan dunia. Dengan tubuh kecilnya, dia mampu menyerang manusia yang berukuran jauh lebih besar dan memiliki akal tersebut.   


Benarlah apa yang dikatakan Allah, bahwa jika DIA sudah berkehendak, maka tak ada yang sanggup menghalangi Nya. Adalah mudah saja bagiNya untuk melakukan itu. Bahkan lebih mudah dari membalikan telapak tangan, atau lebih cepat dari kedipan mata. DIA lah yang Maha Menciptakan. 


“Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila DIA hendak menetapkan sesuatu urusan, DIA hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” maka jadilah sesuatu itu” (QS. Al Ghafir : 68)


Allah yang telah menurunkan virus Corona ini. Dan apa-apa yang diciptakan nya tidak ada yang sia-sia. Ini artinya, penciptaan Corona tersebut ada tujuan serta ada manfaatnya juga, di samping efek kurang baik yang disebabkannya.


“Dan pada penciptaan dirimu dan pada makhluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran di (bumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk kaum yang meyakini” (QS. Al-Jasiyah : 4)


Berikut adalah 10 hal dari beberapa sisi positif yang mungkin tercipta dengan adanya Virus Corona :


  1. Disediakan-Nya keleluasaan yang lebih untuk berinteraksi dengan-Nya. Selama ini, barangkali karena kesibukan mengejar duniawi, waktu untuk berduaan dengan-Nya sangat terbatas. Namun dengan keadaan saat ini, waktu untuk berkhalwat (berduaan), bertafakkur, mengingat-Nya, mau pun bermuhasabah, seolah jadi terbentang lebih luas. Manusia diberi kesempatan untuk memaksimalkan moment ini.

  2. Lebih banyak waktu untuk bercengkerama dengan keluarga. Corona telah memaksa Manusia untuk lebih banyak berada di rumah dan keluar jika ada keperluan mendesak saja. Mungkin ini adalah cara ALLAH untuk hamba-hambaNya yang selama ini jauh, dan jarang berinteraksi mau pun bercengkerama dengan keluarga, untuk kembali ke rumah. Untuk memberikan waktu lebih banyak dalam keluarganya. Barangkali juga ada hamba yang sudah melenceng jalurnya karena lebih banyak di luar dari pada di rumah, diluruskan kembali jalannya, dengan berada lebih dekat dengan keluarganya. ALLAH memberi kesempatan untuk memperbaiki hubungan keluarga. Baik itu hubungan antar pasangan, mau pun hubungan orang tua dan anak. 

  3. Mengembalikan fitrah wanita sebagai ibu dan guru bagi anak-anaknya. Adalah tugas seorang Ibu untuk mendidik dan mengajarkan banyak hal anak-anaknya. "Ibu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anak-anaknya". Dalam perjalanan waktu, karena satu dan lain hal, kadang fungsi tersebut tidak terlaksana atau tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan moment #dirumahaja, ALLAH memberikan peluang yang lebih banyak bagi seorang Ibu untuk berinteraksi dengan anak-anaknya. Peran ayah pun bisa lebih dikuatkan di sini. 

  4. Memberi kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi lebih banyak dari rumahnya. Anak-anak yang biasanya begitu disibukan dengan tugas-tugas sekolah, terutama yang full day school, diberikan ruang lebih besar untuk mengeksplorasi, menggali, mengasah hobi dan keahlian mereka yang lainnya. 

  5. Memberi waktu lebih banyak untuk beristirahat. Bagi yang biasa berjibaku dan berjejalan di kendaraan umum, stress di jalanan menuju tempat bekerja bersekolah atau aktifitas lainnya, diberikanNya kesempatan untuk relaksasi dari hal tersebut. Dengan kegiatan berpusat dari rumah, maka stress di jalanan dapat dikurangi. Yang bersangkutan juga bisa lebih tenang saat di rumah, walau pun masih tetap harus bekerja.

  6. Seleksi alam bagi pekerja atau jenis pekerjaan tertentu. Dengan bekerja dari rumah, akan nampak, SDM mana yang bisa bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, mana yang bisa menyesuaikan diri dengan baik, dan seterusnya. Bagi sisi pekerjanya, ini bisa dipergunakan untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan diri. Sementara dari sisi pengusaha/pemimpin usaha/lembaga, hal ini bisa dipergunakan untuk menyeleksi dan mengevaluasi kegiatan mereka. 

  7. Hampir semua jadi belajar teknologi informasi (IT). Setidaknya yang berhubungan dengan pekerjaan atau proses belajarnya, mau tidak mau, smua harus lebih memahami IT. Karena kegiatan yang jadi berbasis di rumah sangat tergantung kepada IT dan jaringan internet.

  8. Permintaan akan penyedia internet meningkat. Penjualan handphone pun sepertinya begitu. Ini berhubungan dengan kebutuhan pekerjaan, belajar, dan berkegiatan lainnya yang dilakukan secara daring (online). 

  9. Bumi jadi lebih sehat. Atmosfer lebih bersih. Dikabarkan bahwa atmosfer bumi membaik. Lebih bersih. Bahkan hijaunya bumi bisa lebih nampak dari udara yang biasanya kurang jelas. Biota-biota yang biasanya terhambat hidupnya karena jejak kaki manusia ada di mana-mana yang mengganggu kehidupan mereka, kita hidup lebih baik. Rumput-rumput jadi lebih subur. Dan karena kegiatan berpusat di rumah, ada lebih banyak waktu bagi sebagian masyarakat untuk menyalurkan hobinya atau menjalankan hobi barunya dalam bercocok tanam. Tanaman ada di mana-mana. Tanaman menghasilkan  oksigen. Dan inilah yang membuat udara semakin bersih, lebih kaya oksigen. Bumi me-recovery dirinya. Lebih segar. Ekosistem membaik. 

  10. Manusia mulai terbiasa untuk hidup lebih sehat dan bersih. Mencuci tangan lebih sering, segera mandi setelah bepergian, menggunakan masker, senantiasa membekali diri dengan hand sanitizer, menjaga jarak, hal-hal ini akhirnya menjadi hal yang biasa untuk dilihat dan dilakukan.



    Foto : Ilustrasi

Dari berbagai efek negatif dan kerugian yang disebabkannya, tak dapat dipungkiri bahwa virus Corona tetaplah memiliki sisi positif. Itu tadi hanya beberapa di antaranya. 


Semoga ini bisa membukakan mata kita bahwa di balik hal buruk, senantiasa ALLAH sisipkan hikmah atau manfaat di dalamnya untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berfikir. 


“DIA memberi hikmah kepada siapa yang DIA kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.”  (QS. Al Baqoroh : 269)


Wallahu 'alam bi showab



Tuesday, January 5, 2021

JL. KARTINI : KULINER JALANAN DI KOTA BEKASI

 


Foto : Ilustrasi



Jika di Yogyakarta ada gang-gang di sekitar Malioboro , Bukittinggi ada Pasa Lereng dekat

Jam Gadang, Bandung ada Jalan Dago dengan aneka jajanan tradisional hingga modernnya,

maka Kota Bekasi ada Jalan Kartini, tempat yang biasa digunakan untuk hang out dari

kalangan muda hingga tua. Hang out keluarga juga, untuk kelas food street.

Jalan Kartini terletak tak jauh dari pusat kota Bekasi.Berdekatan dengan Pasar Proyek atau Pasar Lama, dua buah rumah sakit (salah satunya Rumah Sakit Bhakti Kartini). Perumahan Villa Kartini dan lingkungan padat lainnya berada di sekitar jalan Kartini ini. Jalan Kartini juga merupakan jalan yang cukup ramai, karena merupakan jalan yang menghubungkan jalan Ir. Haji Juanda dengan jalan M. Hasibuan.

Sebenarnya ini bukan lokasi yang dikhususkan bagi aktifitas kuliner. Di sini juga terdapat bengkel, minimarket, salon, dan aktifitas ekonomi lainnya. Namun jika waktu telah menjelang sore, mulai sekitar Ashar, lokasi ini perlahan berubah. Seolah sesi kehidupan yang baru akan segera dimulai. Para pedagang mulai mempersiapkan segalanya. Pemasangan tenda, menata meja dan bangku di bawahnya, mempersiapkan alat dan bahan masak, dan seterusnya.  Menejelang Maghrib, lokasi ini semakin ramai. Tenda-tenda dadakan teah dipasang, lampu-lampu penunjangnya juga sudah terpasang. Pembeli pun mulai berdatangan. Area ini jadi lebih meriah.

Terdapat berbagai pilihan kuliner yang ada di sini. Selain toko makanan seperti Toko Kue Venny, terdapat juga rumah makan lainnya, seperti Kedai Soto Solo, Ayam Bakar Kalasan, dan sebagainya, yang memang sudah buka dari pagi hari. Sementara beraneka hidangan dengan tenda dadakan jadi memeriahkan lokasi ini. Ada seafood, sate, nasi uduk, dan sebagainya. Pengunjung baik yang datang dengan berjalan kaki, mau pun dengan berkendara motor atau pun mobil, ramai ke sana.

Jalan Kartini hampir selalu Saya lewati saat pulang dari bekerja bersama suami. Kami biasa menggunakan motor, sehingga untuk berhenti di tepi jalan untuk sekedar jajan atau mengisi perut, bisa lebih mudah. 

Ada makanan favorite kami jika malam sepulang bekerja kami lapar dan kebetulan lewat jalan ini.  Nasi goreng gerobak di pinggir  Mesjid Bani Shaleh, di ujung Jalan Kartini. Lokasinya sangat mudah ditemui, karena berada memang di paling ujung Jalan Kartini, dekat persimpangan jalan Ir. Juanda. Sementara suami kalau kebetulan pedagangnya ada, lebih memilih untuk memesan Sate, baik sate ayam, atau pun sate kambing. Rasanya bagi kami cukup lumayan enak. Terkadang (sebelum pandemi), kami sampai agak antri, karena bangku yang disediakan penuh. Syukurnya tidak lama. Biasanya kami memesan juga minuman jeruk hangat untuk melengkapi santapan kami. Dan memang, rasanya jadi lebih nikmat. Apalagi dengan kondisi fisik yang sudah cukup lelah dan juga lapar. 

Sementara untuk makanan favorite kami jika ke lokasi ini sebelum malam adalah Ayam Bakar Kalasan yang kiosnya juga berada di bagian agak ujung, arah ke Jl. Ir. Juanda. Letaknya berseberangan jalan dengan nasi goreng gerobak tadi. Ayam bakar Kalasan yang juga punya beberapa cabang di tempat lain, menjadi alternatif kuliner bagi keluarga kami. Saya sendiri suka dengan pepes jamurnya, selain ayam bakarnya. Sambelnya ada pedas manisnya. Kabarnya, walaupun bernama "Kalasan" dan sedikit bercita rasa Jawa, namun pemilik asli usaha ini adalah orang Minang. Akan tetapi ini perlu dipastikan lagi kebenarannya. 

Sementara itu, toko kue Veny yang memiliki gedung cukup megah, searah dengan Ayam Bakar Kalasan, menawarkan aneka kue dan camilan. Baik kue basah mau pun kue kering. Toko kue Veny juga ada di area Pasar Proyek (Pasar Proyek), yang sudah lebih dulu eksis. Toko ini juga melayani pemesanan kue dalam jumlah cukup besar serta snack box

Memang belum seramai Malioboro, Pasa Lereng, atau Jalan Dago, namun kuliner Jalan Kartini bisa menjadi alternatif wisata kuliner jalanan (food street) bagi Warga Bekasi, atau pun tamu yang kebetulan berada di Bekasi. Jadi, jika Anda berkesempatan ke Kota Bekasi, silakan mampir ke Jalan Kartini, untuk menikmati kulinernya, terutama setelah Ashar. 


======


Bekasi, 05. 51 WIB







Saturday, November 28, 2020

Mendongeng di era digital

Ilustrasi

Barangkali banyak yang tidak mengetahui bahwa 28 November adalah hari dongeng nasional.  Sejak 2015, tanggal 28 November ditetapkan sebagai hari dongeng nasional. Tanggal ini bertepatan dengan harlah Drs. Suryadi, sang pemeran  tokoh Pak Raden dalam film boneka “Si Unyil”. Drs. Suryadi dikenal sebagai tokoh dongeng legendaris di Indonesia. Beliau memang mencintai dunia anak-anak. Karena itulah, tanggal lahirnya ditetapkan sebagai Hari Dongeng Nasional. Drs. Suryadi sendiri telah meninggal sebulan sebelum ditetapkannya Hari Dongeng Nasional.  Beliau mangkat pada tanggal 30 Oktober 2015, dalam usia 82 tahun.

Saat ini, dunia memang sudah banyak berubah. Setidaknya dalam beberapa tahun belakangan ini. Serangan masiv teknologi, telah banyak menggeser berbagai aktifitas manual yang biasa dilakukan secara langsung oleh manusia. Peran humanis banyak digantikan oleh teknologi, yang  memang  dibuat oleh manusia sendiri.

Orang bijak ada berkata bahwa jika menanam padi, pasti akan ada saja gulma yang tumbuh. Ada saja parasitnya. Begitu pula dengan teknologi digital. Interaksi manusia yang sejatinya terjadi secara langsung, berhubungan langsung, kini banyak diwakili atau diperantarai oleh teknologi digital. Sisi positifnya, bisa berkomunikasi secara tatap muka walau berjauhan. Sisi negatifnya ? Kesempatan dan keinginan bertemu fisik secara langsung bisa jadi berkurang.

Orang tua sibuk dengan gawainya. Anak-anak pun asik sendiri dengan permainan atau pun berbagai hal online lainnya. Tertawa, teriak,tersenyum, histeris, marah, menangis, sendiri, di hadapan layar masing-masing.  Berdekatan, namun terasa jauh.   Serumah, namun terasa asing. Banyak sentuhan  dan interaksi  sosial yang tergerus.  

Mendongeng, bisa jadi adalah hal yang telah dianggap “kuno” bagi sebagian orang tua. Mereka lebih terbiasa memberikan tayangan film atau pun rekaman cerita yang bersumber dari saluran online, atau bahkan meberikan bulat-bulat gawai kepada anak-anaknya. Dibiarkannya mereka memilih dan mencari informasi sendiri dari dunia maya yang begitu luas itu.

Bagi sebagian anak-anakpun, bisa jadi  mengikuti dongeng adalah hal yang kurang popular di kalangannya saat ini.  Tapi bisa jadi pula ini adalah karena mereka kurang dikenalkan atau kurang diakrabkan dengan aktifitas tersebut. Karena pada umumnya, jika sudah masuk atau mengikuti suatu dongeng, anak-anak cenderung akan tertarik.

Ya, mendongeng sebenarnya adalah sebuah kegiatan rekreasi yang menarik, murah, meriah, dan kaya manfaat, terutama untuk anak-anak. Banyak sekali kajian yang telah membahasnya.Yang dimaksud di sini adalah mendongeng dalam arti sebenarnya. Pendongeng dan anak yang mendengarkan berada di satu tempat yang sama. Selain di rumah, dengan orang tua sebagai pendongengnya, banyak pula relawan yang melakukan aktifitas mendongeng ini di tempat public, untuk menghibur anak-anak. Taman-taman bacaan, perpustakaan, dan sebagainya, juga menyelenggarakannya.

Salah satu tujuan utama dari kegiatan mendongeng adalah untuk mempererat, menciptakan bonding (ikatan) yang kuat antara ibu atau ayah dengan putra putrinya. Biasanya saat Ibu atau Ayah bercerita, mendongeng, anak-anak akan mendekat, mendengarkan dengan seksama.  Bahkan ada yang sampai gelendotan (bergelayut manja)dengan orang tuanya.  Hal inilah yang tidak bisa digantikan oleh media online.

Mendongeng mengajarkan banyak hal pada anak-anak. Mereka mendengarkan berbagai warna dan intonasi suara. Mengenalkan pada mereka berbagai ekspresi emosi. Anak-anak diperkenalkan juga pada banyak kosa kata melalui tuturan pendongeng.  Hal ini akan membantu anak-anak dalam berbahasa atau pun berkomunikasi nantinya. Sekali pun saat ini mereka belum bisa membaca, namun mereka sudah memiliki perbendaharaan kata yang lebih banyak. Hal ini pun berpeluang untuk  mendorong minat baca anak-anak.

Mendongeng merupakan suatu kegiatan literasi, yang dapat memperkaya imajinasi mereka.  Dunia anak memang tak lepas dari imajinasi. Imajinasi dapat mendorong kreatifitas. Anak-anak akan terpacu untuk mengikuti atau berbuat seperti apa yang diterimanya dari dongeng tersebut.

Di samping itu semua, masih banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh melalui kegiatan mendongeng ini, bagi si kecil. Diantaranya :

Satu, melatih konsentrasi dan ketajaman memori. Untuk dapat mengikuti dongeng dengan baik, dibutuhkan konsentrasi yang tinggi, sehingga mereka bisa mengingat berbagai karakter yang ada dalam cerita tersebut.

Dua, mendongeng dapat menjadi media untuk menyampaikan berbagai pesan moral. Anak-anak merupakan peniru yang baik. Apa yang dilihatnya akan lebih berkesan dan mudah diikutinya dari pada pesan yang hanya disampaikan dalam bentuk “ceramah” . Orang tua atau pendongeng dapat menyampaikankannya berdasarkan buku cerita, atau pun cerita yang dibuatnya sendiri.

Tiga, mendongeng memberikan wawasan baru bagi anak-anak. Termasuk di dalamnya pengetahuan tentang berbagai budaya dan tradisi lainnya. Sekaligus mereka dikenalkan dengan  bagaimana mensikapi perbedaan adat, budaya, tradisi dan berbagai kebiasaan lainnya yang ada di masyarakat.

Empat, dan ini termasuk yang terpenting juga, mendongeng dapat melatih dan mempertajam kecerdasan emosi serta sosialnya. Kecerdasan emosi amatlah diperlukan karena bisa  mempengaruhi  resistensi seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan hidup nantinya

Itulah beberapa manfaat dari mendongeng ini. Bagi yang belum pernah melakukannya terhadap si kecil, ada baiknya, segeralah memulainya. Dekap mereka, sambil  didongengkan berbagai kisah inspiratif untuk mereka. Bagi yang sudah memulainya, bersyukurlah. Tetaplah istiqomah melakukannya.  In syaa Allah manfaatnya  nanti akan segera  nampak. Wallahu’alam.

 

 

Sunday, October 4, 2020

Apa saja yang masuk ke ruangan Konservasi bahan pustaka ?





Konservasi bahan pustaka (sekarang : konservasi bahan perpustakaan) menjadi bagian dari Preservasi  Bahan Perpustakaan. Tujuan utama dari konservasi bahan perpustakaan ini adalah untuk melestarikan bentuk fisik dari bahan perpustakaan, agar tetap dapat dipergunakan oleh generasi yang akan datang. Ini artinya, konservasi bahan perpustakaan berupaya untuk memperpanjang usia da    ri bahan pustaka tersebut.

Bidang konservasi tidak berwenang untuk memperbaiki kandungan isi (konten) dari bahan pustaka tersebut. Jadi yang diperbaiki benar-benar hanyalah bentuk fisik alias tampilan luarnya saja.

Konservasi bisa dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu : 

a. Konservasi preventif

Yaitu tindakan preventif atau pencegahan terhadap kerusakan bahan perpustakaan. Termasuk di dalamnya adalah antara lain : pembuatan sirkulasi udara yang baik, filter terhadap cahaya UV, desain ruang koleksi sesuai standar, pembersihan debu, 

b. Konservasi kuratif

Yaitu tindakan perbaikan terhadap berbagai kerusakan bahan perpustakaan. Termasuk di dalamnya adalah tindakan/treatment : bleaching, deasidifikasi, lining, laminasi, enkapsulasi, mending, dan sebagainya.


Untuk koleksi bahan perpustakaan sendiri, setidaknya bisa dibagi menjadi 2(dua) kelompok besar berdasarkan jenisnya, yaitu :

1. Koleksi Bahan Perpustakaan Karya Cetak

Umumnya berbahan dasar kertas. Tetapi ada beberapa juga yang non kertas. Termasuk di dalamnya :adalah : peta, gambar, buku, majalah, koran, naskah, dan sebagainya. Sedangkan karya cetak non kertas misalnya : naskah lontar, naskah pada batang bambu, kayu atau pun tulang, dan sebagainya.



2. Koleksi Bahan Perpustakaan  Karya Rekam 

Misalnya : CD, VCD, DVD, betamax, disket, mikrofilm, mikrofis, dan sebagainya.



Khusus untuk bidang konservasi bahan perpustakaan di Perpustakaan Nasional RI, untuk saat ini yang ditangani barulah karya cetak.

Untuk bahan perpustakaan karya cetak, yang masuk ke ruang konservasi bahan perpustakaan  adalah koleksi yang telah memenuhi skala prioritas, dan dipilihkan oleh staf di bagian layanan koleksi. 

Dasar pertimbangan koleksi tersebut dikirim antara lain :

a.  langka / kuno

 Langka artinya di luar sudah tidak ada lagi salinannya yang beredar atau sudah sulit dicari          salinannya. Kuno artinya  sudah berusia setidaknya sudah 50 (lima puluh) tahun.

b. banyak dibutuhkan / dicari oleh pemustaka

 Artinya koleksi tersebut bernilai, atau mengandung isi yang berharga

c. kondisi fisik bahan perpustakaan tersebut (rapuh, rusak, dan sebagainya)



Bahan perpustakaan yang telah disortir atau dipilih tersebut selanjutnya akan dibawa ke ruang konservasi, untuk diperbaiki sesuai dengan kondisi kerusakannya.

Untuk di Perpustakaan Nasional RI, yang rutin diperbaiki (masing-masing sesuai skala prioritas) setiap tahunnya adalah : Buku langka, majalah langka, koran langka, peta, gambar, naskah kuno (kertas atau pun lontar), 

Terhadap bahan perpustakaan yang masuk ke ruang konservasi akan diberikan treatment atau pun tindakan kuratif (perbaikan) sesuai kebutuhannya.

Sunday, September 27, 2020

SELAMATKAN DOKUMEN NEGERI DENGAN DEASIDIFIKASI


Salah satu penyebab utama bagi kerusakan bahan perpustakaan adalah 'asam'. Kondisi  asam ini secara sepintas bisa dikenali melalui aromanya yang khas. Secara visual, bahan perpustakaan (terutama yang berbahan kertas) yang asam cenderung berwarna kuning kecoklatan. 

Asam bisa menurunkan kondisi atau kualitas fisik kertas. Selain berwarna kuning kecoklatan tadi,  jika terus dibiarkan, maka kertas akan menjadi rapuh. Dan jika ini berlanjut, maka kertas tersebut bisa hancur, dan informasi di dalamnya pun bisa ikut lenyap.

Pada koleksi tertentu, terutama pada koleksi naskah kuno yang ditulis dengan menggunakan tinta yang mengandung ion Fe (ion besi), asam bersama dengan oksigen akan memicu terjadinya semacam perkaratan pada tulisan di naskah kuno tersebut. Kondisi inilah yang dikenal dengan istilah 'korosi tinta atau ink corrotion'. Naskah yang mengalami korosi tinta mungkin saja menjadi berlubang-lubang. Tinta yang 'berkarat' tersebut akan menggerus kertas, dan jika dibiarkan, kertas akan menjadi berlubang, mengikuti bentuk tulisan yang menggunakan tinta tersebut.

Selain mendegradasi kertas, asam pun bisa bermigrasi, bisa menularkan kondisinya ke 'tetangga sekitarnya', terutama yang langsung menempel kepadanya. Itulah mengapa, sebisa mungkin, koleksi bahan perpustakaan yang kondisinya bagus, jangan diletakan bersebelahan langsung dengan bahan perpustakaan yang asam. Ini untuk menghindari 'penularan' asam tersebut.

Pertanyaannya adalah, apakah kondisi asam tersebut dapat diperbaiki, agar tidak jadi semakin parah ? Atau setidaknya dihambat peningkatan kadar asamnya ? Jawabnya, BISA !

Adalah  suatu proses kimiawi yang bernama 'deasidifikasi'. Proses ini menghilangkan atau setidaknya mengurangi kadar asam yang terdapat pada bahan perpustakaan. 

Setidaknya ada 3 (tiga) jenis deasidifikasi. Namun yang akan dibahas kali ini hanya 2 (dua) jenis, yaitu :

1. Deasidifikasi Kering

Tindakan deasidifikasi kering biasa dilakukan terhadap koleksi bahan perpustakaan yang tidak bisa diperlakukan dengan menggunakan banyak bahan air. Biasanya adalah untuk koleksi yang mudah luntur dalam air. Contohnya adalah : naskah kuno yang ditulis tangan. Apalagi yang di dalamnya ada tulisan atau pun gambar yang menggunakan tinta warna merah. Warna merah memiliki ikatan kimia yang cukup lemah di antara warna-warna lainnya.Itulah mengapa warna merah mudah luntur bila terkena air. 

Selain naskah, gambar, atau peta pun bisa rawan kelunturan. Terutama yang ditulis tangan, terlebih yang ada warna merah atau turunannya di dalamnya.

Untuk mengetahui luntur atau tidaknya suatu bahan perpustakaan, maka sebelum perlakuan atau tindakan, akan dilakukan uji luntur terlebih dahulu. Bisa dengan menggunakan kapas yang dibasahi air, dan ditotolkan sedikit pada bagian naskah yang agak tersembunyi, dan ada tulisannya. Jika luntur, maka pada kapas tersebut akan nampak noda warna tibta tersebut. Dan jika tidak ada, berarti bahan perpustakaan tersebut kemungkinan besar tidak luntur.

Bagi bahan perpustakaan yang luntur dengan air tadi, maka bisa digunakan deasidifikasi kering. Pada deasidifikasi ini, pelarutnya (methanol) mudah menguap. Jadi tulisan lebih kecil kemungkinannya akan mengembang, 

Proses deasidifikasi jenis ini menggunakan bahan kimia : Barium Hidroksida dengan pelarutnya adalah Methanol. Konsentrasi yang biasa digunakan adalah 2% (berat/volume). Artinya, 2 gram serbuk Barium Hidroksida dimasukan ke dalam methanol, sehingga volume totalnya adalah 1 (satu) liter.

 


 Proses penyemprotan pada deasidifikasi kering

Perlakuannya adalah dengan menyemprotkan bahan kimia tersebut menggunakan sprayer yang mengeluarkan bulir-bulir yang halus, di ruang khusus, yang jauh dari interaksi dengan manusia lainnya, serta bersirkulasi udara yang baik. Bisa digunakan fumehood (lemari asam), yaitu tempat seperti lemari, yang memiliki exhaust di dalamnya, bisa ditutup, dan berkaca. Fumehood dikhususkan untuk melakukan tindakan kimia yang menggunakan bahan berbahaya seperti methanol tadi. Petugas yang melakukannya pun haruslah menggunakan masker dan bersarung tangan, untuk meminimalisir interaksi dengan bahan kimia. Koleksi yang sudah dibersihkan debu atau kotorannya dengan kuas atau vacuum cleaner disemprot lembar demi lembar, merata ke semua permukaannya. Setelah itu dikering anginkan. Harap diingat bahwa menyemprot adalah searah angin. Jangan sampai saat menyemprot, angin malah mengarah ke petugas, karena malah akan menyemprot petugas itu sendiri.

Setelah beberapa jam, koleksi akan kering. Siap untuk melanjutkan tahap konservasi atau preservasi selanjutnya.

 

2. Deasidifikasi Basah

Deasidifikasi ini dapat dilakukan terhadap bahan perpustakaan yang tidak luntur dengan air. Biasanya adalah bahan perpustakaan yang merupakan hasil cetakan mesin, seperti majalah, koran, buku, dan sebagainya.

Bahan yang dipergunakan adalah larutan Magnesium karbonat 2%. Serbuk Magnesium hidroksida seberat 2 gram akan dilarutkan dalam air hingga volume total 1 liter. Setelah disatukan, larutan akan dialiri gas karbondioksida selama kurang lebih 1 (satu) jam.

Koleksi akan direndam dalam larutan tersebut selama 1-2 jam. Setelah itu koleksi akan dikeringanginkan pada rak pengering. Tidak dengan penyinaran sinar matahari langsung, karena sinar UV pada matahari bisa merusak  bahan perpustakaan. Pengerjaan tetap lembar demi lembar. Artinya, jika itu adalah buku atau majalah, maka bahan perpustakaan tersebut akan dibongkar terlebih dahulu jilidannya, setelah diberi penomoran urut halamannya (paginasi). Dan setelah semua rangkaian konservasi selesai, maka bahan perpustakaan tersebut akan dijilid kembali.

 

Proses perendaman pada deasidifikasi basah (aquaeous deacidification)


Setelah melewati proses deasidifikasi tersebut, diharapkan nilai pH, yang menunjukan kadar keasaman, akan meningkat dari pH sebelumnya. Seperti diketahui,bahwa semakin kecil nilai pH, maka semakin tinggi kadar asamnya. Jadi semakin besar nilai pH, berarti kadar asam semakin rendah pH 1-6 itu artinya asam. pH 7 adalah netral.dan pH di atas 7adalah basa.

Dengan meningkatnya nilai pH, maka ini berarti kandungan asam sudah terkurangi. Dan itu mencegah atau minimal menghambat degradasi kertas lebih lanjut, dengan catatan penyimpanannya sesuai standar penyimpanan koleksi yang benar. Lebih jauh lagi, penghambatan degradasi kertas karena kondisi asam tersebut, akan dapat memperpanjang usia koleksi tersebut. Ini artinya, masih akan banyak generasi yang dapat memanfaatkan koleksi tersebut. Deasidifikasi dilakukan untuk pelestarian dokumen penting negeri.



=================

Referensi :

Sudiarti, L., Nurjanjati, C., Ranti, S., Wardhani, W. K.. (2019). Metode deasidifikasi basah dengan larutan magnesium karbonat pada konservasi kuratif naskah kuno media kertas, Jakarta : Perpustakaan Nasional RI

 

 

  

Saturday, September 12, 2020

Manfaat Menulis, Ini Dia !

Source : google.com


Bisa membaca, sudah selayaknya bisa menulis. Karena keduanya biasanya akan saling berkorelasi, saling berhubungan. Setiap yang bisa membaca, hampir bisa dipastikan, dia juga bisa menulis. Hanya yang menjadi masalah, tidak semua orang yang bisa menulis itu, bisa dengan mudah merangkai kata menjadi kalimat yang memiliki makna. Menyusun kalimat menjadi suatu cerita atau bacaan yang yang mengalir dan menarik. Banyak yang justru galfok (gagal fokus) saat berhadapan dengan selembar kertas putih, maupun saat berada di depan monitor laptop atau komputer. "White paper ghost" begitu biasanya kondisi tersebut digambarkan.

Pada umumnya, kebiasaan menulis tentang apa yang dirasa, uneg-uneg, curcol, dan sebagainya, sebagaimana layaknya generasi lalu menuliskan diary, catatan harian, adalah sesuatu yang sudah biasa dilakukan. Untuk saat ini, menulis status di facebook, WA story, twitter, dan sebagainya, sebenarnya juga merupakan pembiasaan kegiatan menulis. Untuk tingkatan yang lebih serius, seperti menulis artikel, makalah, cerpen, novel, dan sebagainya, tinggal pengembangan dan pendalaman lebih lanjut. 'Asa bisa karena biasa' mungkin bisa dijadikan salah satu landasan. Dengan berlatih menulis secara terus menerus, maka tulisan yang dihasilkan pun In syaa Allah akan semakin baik kualitasnya.

Menulis, yang dimaksud adalah menulis rangkaian kalimat-kalimat yang penuh arti dan makna, sebenarnya memiliki banyak manfaat. Setidaknya, kita akan merasa sedikit lebih "lega" setelah menuliskan uneg-uneg di status FB, atau WA story. Betul, kan ?! Ganjalan hati yang terasa sedikit seolah terkurangi. Memang begitulah adanya. Menulis dapat menyalurkan emosi yang terasa. Membuat emosi sesudahnya menjadi lebih tenang. Itulah mengapa menulis bisa digunakan sebagai terapi pada orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan, seperti pada orang depresi (penelitian Fitri Ayu Mustika, 2019). Salmiati dan kawan-kawan, 2020, juga telah menlakukan penelitian terhadap anak-anak korban bullying. Anak-anak tersebut dikurangi tingkat kecemasannya dengan terapi menulis.

Setidaknya, ada beberapa manfaat dari kegiatan menulis ini, sebagaimana yang diuraikan dalam buku "Menulis Populer" (Siti Ansoriyah dkk, 2018) seperti berikut ini :

  1. Menulis dapat mengukur potensi diri
  2. Menulis dapat mengembangkan berbagai gagasan
  3. Menulis memaksa seseorang untuk lebih banyak menyerap dan menguasai informasi
  4. Menulis berarti mengorganisasikan gagasan secara sistematis
  5. Menulis dapat meninjau dan menilai gagasan secara objektif
  6. Menulis dapat memudahkan dalam memecahkan masalah
  7. Menulis dapat mendorong belajar secara efektif, dan
  8. Menulis akan membiasakan untuk berpikir secara tertib.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Begitulah Pramoedya Anantatoer menggambarkan. Wajar saja, karena tulisan tetap akan ada, meskipun sang penulisnya telah tiada. Dan tentu saja ini akan menjadi "passive income", karena jika tulisan tersebut bermanfaat, maka pahala akan terus mengalir, meskipun fisik sudah berkalang tanah. 

Jadi, mari menulis sesegera mungkin, dari hal yang paling dipahami atau disenangi.Tentang apa saja. Untuk mengikat ilmu. Agar ilmu tidak terbang begitu saja. Agar ilmu bisa lebih bermanfaat. Agar bisa menjadi investasi akhirat.

'Jika ingin mengenal dunia, maka membacalah. Namun jika ingin dikenal dunia, menulislah.'


================

Duren Jaya, 12092020
23.09 WIB