Thursday, June 11, 2020

WFO VS WFH


Alat dan bahan di workshop kami
(foto koleksi pribadi)


Emak sudah mulai WFO lagi, tapi dengan jadwal selang seling. On-off. Sehari masuk (wfo), sehari tidak (wfh). Akhirnya Emak memilih naik jemputan (Alhamdulillah, itu jemputan masih menerima anggota baru yaa...).  Ehh.. sebenarnya Emak adalah anggota baru yang lama deh. Karena dulu pernah ikut jemputan, lalu DO, off, dengan satu dan dan lain hal penyebabnya. Salah satunya adalah karena jadwalnya yang pagi sekali (jam 5.30 WIB) bis sudah berangkat. Ini artinya Emak harus berangkat dari rumah lebih pagi dari itu kan ?! Padahal krucil di rumah bererot.. (iih..."bererot"..  apaa ya padanan katanya dalam Bahasa Indonesia ?? ) Lagi ribet-ribetnya. Lalu juga saat pulang, perasaan sudah tidur, terus bangun, kok belum sampai-sampai juga yaa... Macetnya ituuuu... !! Akhirnya kemudian Emak memutuskan mengalah. Emak mulai naik kereta commuter. Jadi berangkat bisa lebih siang. Pulang lebih fleksibel (bisa lebih mundur). Dan, biasanya waktu perjalanan dengan commuter lebih singkat. Tapi konsekuensinya adalah... bea transportasi jadi membengkak, belum lagi muatan commuter yang sering kali membludak, berjubel, bahkan untuk sekedar berdiri secara benar saja, sulit. Mungkin lebih mirip dengan pepes, perkedel, atau ikan sardens dalam kaleng yaaa... :) Dempet-dempetan sekali. Karenanya, Emak lebih sering memilih gerbong wanita, agar tidak terlalu risih, dibandingkan dengan gerbong campuran. Hiiii....

Kembali ke jemputan. Yaa.. akhirnya Emak kembali. (Lagu "aku pulaaang" mode on.. :)) Kembali naik jemputan. Karena apa ? Ini masih musim Coronaa... si musuh yang tak tampak ituuu. Dan beberapa kasus disinyalir terjadi dengan penularan di atas commuterline. Parno !! Manusia berkewajiban berusaha menjaga diri, meskipun keputusan ada di tangan-Nya. Emak kembali naik jemputan, setelah sebelumnya memastikan dulu bahwa bis tersebut masih ada kuota untuk ikutnya anggota baru. Alhamdulillah, ALLAH mempermudah. Masih bisa. 

Mulai Senin, 8 Juni 2020 kemarin, Emak ikut jemputan lagi. Dan seperti dahulu, bis akan berangkat pukul 5.30 WIB dari Superindo Bulakkapal, Bekasi Timur. Baru 2 (kali) pagi yaa.. Dan 2 (dua) kali juga pagi-pagi dihiasi drama. Si bontot merengek ! Heboh melarang Emak untuk kerja ! Mungkin karena ikatan emosi antara anak dan Emak kuat  barangkali yaa... Jadi di menit-menit keberangkatan dari rumah, si bontot yang tadinya tidur, mendadak terbangun, dan menyadari Emaknya akan berangkat. Auto hebohlah dia. Segala cara diupayakan untuk menghalangi keberangkatan Emaknya. Tak relaaa. Akhirnya, di pagi pertama, bontot diajak bermotor (bertiga dengan ayahnya) hingga ke paangkalan bis jemputan. Tapi di pagi kedua, Emak tak bisa menghadapi si bontot. Agak siang barulah Emak berangkat dengan diantar oleh Pak Suami dengan motor kebesarannya, cusss ke kantor. Itupun setelah melakukan beberapa trik terhadap si bontot :).

Kembali ke WFO dan WFH. Hampir 3 (tiga) bulan berada di rumah, mungkin otot-otot jadi agak kaku untuk diajak kerja WFO lagi. Akibatnya, 2(dua) kali WFO, sesampainya di rumah Emak merasakan keletihan yang lumayan waah. Untungnya, keesokannya Emak off ngantor, alias WFH. Jadi bisa lebih rileks. Nah, dari pengalaman beberapa hari ini, Emak merasakan, bahwa jika dibanding dengan pola kerja yang dulu (full WFO), Emak lebih memilih pola kerja yang seperti saat ini. Selang-seling. Karena apa ? Karena bisa mengurangi stress di perjalanan, tidak harus berhadapan dengan kepadatan jalanan setiap hari.Secara tidak langsung, pola ini pun bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalanan. Dan ini akan memperbaiki keadaan bumi, karena polusi berkurang. (cieee.. Emak ceritanya menganalisa niiihh... :) ).

Jenis pekerjaan kami yang sangat teknis, banyak menggunakan peralatan yang berada di workshop di kantor. Peralatan dan lahan terbatas. Kami seringkali perlu bergantian untuk menggunakan alat dan tempat. Ini artinya, kami tidak melulu juga bisa menggunakan alat dan tempat tersebut. Maka, lebih baik memang sebagian yang tidak memakai alat tersebut melakukan WFH, bekerja dari rumah, melakukan pekerjaan yang tidak memerlukan alat dan tempat tersebut. Waktu bisa lebih efektif dipergunakan. Waktu dengan keluarga mungkin juga akan lebih banyak. Tidak melulu menghadapi padatnya jalanan. Stress berkurang. Dan secara tidak langsung, ini akan membuat stress berkurang, Staff mungkin akan lebih bahagia. Lalu, dengan keadaan bahagia tersebut, bukankah idealnya kreatifitas akan lebih mudah berkembang ?? Akan banyak ide-ide cemerlang yang bermunculan. Akan lebih banyak karya-karya baru yang bisa dihasilkan. Dan ini artinya, kualitas instansi bisa jadi akan lebih baik. Kali ini, Emak serius. Ini analisa Emak. 


Sekitar 6.30 WIB. Sudah sampai kantor. Kepagiaaannn... :)
(foto koleksi pribadi)


Sementara jika setiap hari WFO, stress di jalanan sudah jelas. Bagi yang rumahnya agak jauh, seringkali mengalami kelelahan saat baru tiba di kantor. Untuk di tempat kami, kadang sampai kantor pun tak bisa pakai alat atau tempat, karena bukan gilirannya. Memang bisa mengerjakan pekerjaan yang lain. Tapi kadang bahkan nyaris tidak bekerja sama sekali, karena satu dan lain hal. Fisik memang di kantor, tapi produktif, belum tentu. Sebabnya ? Ya itu tadi...  banyak hal di atas : keterbatasan alat dan tempat, lelah, dan sebagainya.

Kalau sudah seperti itu, bukannya lebih baik WFH ? Bawa pekerjaan yang bisa diolah di rumah, pekerjaan yang tidak harus di kantor. Buat laporan, ketak-ketik, dan sebagainya, itu bisa dilakukan di rumah. Memang bukan tanpa tantangan atau gangguan. Karena satu dan lain hal. Tapi setidaknya, stress di jalanan sudah berkurang. Keluarga bisa lebih terpantau, atau minimal bisa lihat anak-anak di rumah, apalagi saat ini mereka masih menjalani belajar dari rumah. Fikiran lebih tenang. Fisik sedikit bisa lebih rileks.

Itu analisa sederhana Emak. Tentu saja tidak lepas dari faktor subjektifitasnya yaa.. Maklum, ini adalah analisa dari seorang pekerja, yang kebetulan adalah emak-emak dari beberapa bocil. :)

Boleh sangat, untuk tidak sependapat dengan Emak. Bebas kok. Emak cuma membuat ulasan sederhana. Sedikit curcol, di pagi-pagi jadwal WFH hari ini. Mulai menulis dari ba'da Shubuh, di saat hari belum terlalu "bising". Kalau ada yang kurang berkenan dengan tulisan Emak ini, maafkan ya.. Tidak ada tendensius apa-apa kok. Kalau tulisan ini ada manfaatnya, Alhamdulillah. Kalau tidak, yaa.. anggap saja ini untuk refreshing yaa..  Wallahu 'alam bi showab.

====================

Kamar Belakang, pagi-pagi.


No comments:

Post a Comment