Saturday, September 12, 2020

Manfaat Menulis, Ini Dia !

Source : google.com


Bisa membaca, sudah selayaknya bisa menulis. Karena keduanya biasanya akan saling berkorelasi, saling berhubungan. Setiap yang bisa membaca, hampir bisa dipastikan, dia juga bisa menulis. Hanya yang menjadi masalah, tidak semua orang yang bisa menulis itu, bisa dengan mudah merangkai kata menjadi kalimat yang memiliki makna. Menyusun kalimat menjadi suatu cerita atau bacaan yang yang mengalir dan menarik. Banyak yang justru galfok (gagal fokus) saat berhadapan dengan selembar kertas putih, maupun saat berada di depan monitor laptop atau komputer. "White paper ghost" begitu biasanya kondisi tersebut digambarkan.

Pada umumnya, kebiasaan menulis tentang apa yang dirasa, uneg-uneg, curcol, dan sebagainya, sebagaimana layaknya generasi lalu menuliskan diary, catatan harian, adalah sesuatu yang sudah biasa dilakukan. Untuk saat ini, menulis status di facebook, WA story, twitter, dan sebagainya, sebenarnya juga merupakan pembiasaan kegiatan menulis. Untuk tingkatan yang lebih serius, seperti menulis artikel, makalah, cerpen, novel, dan sebagainya, tinggal pengembangan dan pendalaman lebih lanjut. 'Asa bisa karena biasa' mungkin bisa dijadikan salah satu landasan. Dengan berlatih menulis secara terus menerus, maka tulisan yang dihasilkan pun In syaa Allah akan semakin baik kualitasnya.

Menulis, yang dimaksud adalah menulis rangkaian kalimat-kalimat yang penuh arti dan makna, sebenarnya memiliki banyak manfaat. Setidaknya, kita akan merasa sedikit lebih "lega" setelah menuliskan uneg-uneg di status FB, atau WA story. Betul, kan ?! Ganjalan hati yang terasa sedikit seolah terkurangi. Memang begitulah adanya. Menulis dapat menyalurkan emosi yang terasa. Membuat emosi sesudahnya menjadi lebih tenang. Itulah mengapa menulis bisa digunakan sebagai terapi pada orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan, seperti pada orang depresi (penelitian Fitri Ayu Mustika, 2019). Salmiati dan kawan-kawan, 2020, juga telah menlakukan penelitian terhadap anak-anak korban bullying. Anak-anak tersebut dikurangi tingkat kecemasannya dengan terapi menulis.

Setidaknya, ada beberapa manfaat dari kegiatan menulis ini, sebagaimana yang diuraikan dalam buku "Menulis Populer" (Siti Ansoriyah dkk, 2018) seperti berikut ini :

  1. Menulis dapat mengukur potensi diri
  2. Menulis dapat mengembangkan berbagai gagasan
  3. Menulis memaksa seseorang untuk lebih banyak menyerap dan menguasai informasi
  4. Menulis berarti mengorganisasikan gagasan secara sistematis
  5. Menulis dapat meninjau dan menilai gagasan secara objektif
  6. Menulis dapat memudahkan dalam memecahkan masalah
  7. Menulis dapat mendorong belajar secara efektif, dan
  8. Menulis akan membiasakan untuk berpikir secara tertib.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Begitulah Pramoedya Anantatoer menggambarkan. Wajar saja, karena tulisan tetap akan ada, meskipun sang penulisnya telah tiada. Dan tentu saja ini akan menjadi "passive income", karena jika tulisan tersebut bermanfaat, maka pahala akan terus mengalir, meskipun fisik sudah berkalang tanah. 

Jadi, mari menulis sesegera mungkin, dari hal yang paling dipahami atau disenangi.Tentang apa saja. Untuk mengikat ilmu. Agar ilmu tidak terbang begitu saja. Agar ilmu bisa lebih bermanfaat. Agar bisa menjadi investasi akhirat.

'Jika ingin mengenal dunia, maka membacalah. Namun jika ingin dikenal dunia, menulislah.'


================

Duren Jaya, 12092020
23.09 WIB


Tuesday, September 8, 2020

DO'A ORANG TUA






"Ya Begini.. Akibat ga ada do'a dari orang tua.."


Seorang pemuda mengeluarkan uneg-unegnya. Lirih. Pelan. Meski nyaris tanpa ekspresi di wajahnya, namun jelas nampak kekecewaannya terhadap orang tuanya. Baru saja diterimanya telpon dari ibunya, yang menanyakan hasil test interview job vacancy nya siang tadi. Dia menjawab apa adanya.. "Tidak lulus." Nada datar. Namun setelah telpon diitutup, ungkapan tadi keluar dari mulutnya.


Beberapa kali mungkin kita pernah mendengar ungkapan seperti itu dari seorang anak.


Tentu masih banyak anak-anak yang paham bahwa do'a orang tua memiliki pengaruh kuat terhadap keberhasilan dalam hidupnya. Karena itulah, sangat wajar mereka mengharapkan hal itu dari orang tuanya.


Hanya saja, sering kali, ada anak-anak yang tak bisa secara terang-terangan menyampaikan harapannya tersebut. Entah itu karena waktu, jarak, atau berbagai alasan lainnya. Bukan karena mereka tak hendak menyampaikannya secara langsung.


Sebagai orang tua, agaknya mungkin ini perlu menjadi catatan tersendiri. Tentu tak satu pun orang tua yang sehat lahir dan bathin, yang tak ingin anaknya sukses, berhasil. Sudah seharusnyalah, kita (terutama ibu) senantiasa mengiringi mereka dengan do'a-do'a terbaik, dimana pun, kapan pun. Wallahu 'alam.


"Kalau aku tak mendo'akan anak-anaku, akan jadi apa mereka ??" (quotes dari seorang Ibu yang anaknya adalah salah satu pendiri aplikasi 'ruang guru')


Aahhh..Anak-anak itu...
Ya, d-o-'a !!

#doaku #doauntukanakku #goodluck #kids #mychildren #doadarijauh #anakku #anak2 #sholeh #sholehah #cintaku #parenting


(Pernah dipublikasi di facebook pada 25 Agusutus 2018)

MINIATUR

 

Anak-anak sang penerus harapan (source : pinterest.com)



Anak bukanlah miniatur, replika, atau pun robotmu.

Karena mereka hidup di zaman yg berbeda dgmu.

Jangan memaksakan kehendakmu thp mereka. Karena mereka pun manusia yg memiliki cita2 n keinginan sendiri.


Jangan renggut kebahagiaannya dg memaksakan keinginanmu thp mereka. Mereka memiliki jalan hidupnya sendiri. Mereka yang jalani. Mereka yg rasakan. Mereka pula yang mengalami akibatnya.


Sebagai orang tua, tugas kita hanya mendidik, mengarahkan dan mendo'akan kebaikan bagi mereka. Agar mereka senantiasa berada d jalanNya n dalam lindunganNya. Agar jd sebaik2 makhluq, agar jadi calon penghuni syurgaNya. Doalah senjata yg paling mumpuni dr orang tua thp anak2nya.


Ridhoilah apa pun keputusan mereka, selama itu tetap dalam koridorNya. Berilah kelapangan hati thp mereka. Terutama bagi mereka yg sdh beranjak dewasa. In syaa Allah mereka sdh memiliki pertimbangan yg matang atas keputusan yg mereka ambil. Yakinkan itu. Apalagi ketika kita sdh yakin, bahwa sebagai orang tua tlah membekali mereka dg pondasi diri yg baik n kuat.


Ya, jangan paksa mereka. Jangan dikte mereka. Biarkan mereka memutuskan. Ridhoi mereka. Doakan kebaikan atas mereka. Biarkan mereka bahagia, tdk hanya di akhirat, tp jg d dunia. Itu.


Wallahu'alam bi showab.

====

Bumi Allah, 050918
Leni, Bunda of RHAN


(notes : kebebasan memutuskan lebih ditekankan kpd anak2 yg tlh memiliki kematangan dlm bersikap, sdh mulai dewasa).


#selftalk #muhasabah #selfreminder #asalnulis #mogamanfaat #introspeksi #curhat #uneg2 #kangennulis


(pernah dipublikasi di facebook pada 5 September 2018)